Horizontal List

PM Rui Araujo
Investir no futuro de Timor-Leste
FUTURO
Timor-Leste acolheu a mais recente reunião trilateral da plataforma para o Desenvolvimento Económico Sub-Regional Integrado entre Timor-Leste, Indonésia e Austrália

Ai-han Timor Nian
Ramos-Horta
"Tantangan Timor Leste Makin Berat"
ECONOMIA
"..fo-hanoin ba ukun nain sira nebe tinan tinan truka hela deit ministrus, atu hare ba povu nia moris nebe "kuaze 50%" povu sei moris iha linha pobreza nia laran..."
Australia-Timor Leste
Notre Dame students experience the world and help those in need in Timor-Leste
Empresários - Timor Telecom
Empresários timorenses e fundo das Fiji na corrida pela Timor Telecom
Timor-Leste - BAII
Timor-Leste inicia processo de adesão ao Banco Asiático de Investimento em Infraestruturas
Timor-Leste - Maluku
Maluku kaji kerja sama dengan Timor Leste

domingo, 28 de fevereiro de 2016

Mendag: kerja sama Indonesia-CPLP perkuat ekonomi nasional

Jumat, 26 Februari 2016 21:54 WIB 
Pewarta: Vicki Febrianto
Menteri Perdagangan Thomas Lembong
(ANTARA FOTO/R Rekotomo)
"Forum ini merupakan langkah strategis untuk memperluas dan memperkuat kerja sama, tidak hanya di antara negara-negara anggota CPLP, namun juga dengan ekonomi di kawasan lain"

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengatakan, kerja sama ekonomi Indonesia dengan Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis atau "Comunidade dos Paises de Lingua Portuguesa" (CPLP) merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi nasional dan dunia.

"Forum ini merupakan langkah strategis untuk memperluas dan memperkuat kerja sama, tidak hanya di antara negara-negara anggota CPLP, namun juga dengan ekonomi di kawasan lain," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Thomas menyampaikan hal tersebut saat memberikan pidato sambutan di acara The 1st Comunidade dos Paises de Lingua Portuguesa Global Economic Forum di Dili, Timor Leste, pada Jumat (26/2).

Berdasarkan data statistik, nilai perdagangan Indonesia dengan CPLP pada 2014 mencapai 2,2 miliar dolar Amerika Serikat, atau 1,3 persen dari total ekspor Indonesia ke dunia. Namun, dalam lima tahun terakhir, ekspor Indonesia ke CPLP menurun rata-rata 0,49 persen.

"Kita perlu meningkatkan perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara anggota CPLP," ujar Thomas.

Menurut Tom, negara-negara yang tergabung dalam CPLP memiliki potensi untuk menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan di masa mendatang.

Dengan anggota seperti Brasil yang merupakan salah satu negara BRICs atau Brazil, Russia, India, China, and South Africa dan negara-negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi relatif tinggi seperti Angola, Mozambik, maka kerja sama CPLP dengan blok kawasan ekonomi lainnya menjadi tidak terelakkan.

Dalam acara tersebut, Thomas berbagi pengalaman tentang proses integrasi ekonomi Indonesia dalam ASEAN, dan juga tentang forum kerja sama ekonomi lainnya seperti Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), ASEAN Economic Community (AEC), dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Pengalaman dan peranan Indonesia diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi CPLP yang akan mengembangkan kerja sama lebih luas di bidang ekonomi dan perdagangan. Thomas meyakinkan bahwa keterbukaan ekonomi dan keterlibatan dalam berbagai kerja sama ekonomi dapat memberi nilai tambah pada perekonomian nasional.

"Akses pasar bagi produk ekspor menjadi lebih terbuka dan daya saing industri domestik dapat semakin meningkat," kata Thomas.

Forum CPLP Global Economic diselenggarakan untuk pertama kalinya di Timor Leste yang dipilih bertepatan dengan posisinya sebagai Ketua CPLP.

CPLP berdiri sejak 17 Juli 1996 dan berkedudukan di Lisabon, Portugal. Saat ini, CPLP memiliki sembilan negara anggota yaitu Angola, Brasil, Tanjung Verde, Guinea-Bissau, Mozambik, Portugal, Sao Tome dan Principe, Timor Leste, dan Guinea Ekuatorial.

Selain itu, juga enam negara yang berstatus sebagai peninjau atau observer, yaitu Mauritius, Senegal, Georgia, Jepang, Namibia, dan Turki.

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

1 comentário:

Dr Purva Pius disse...

Hello Everybody,
My name is Mrs Sharon Sim. I live in Singapore and i am a happy woman today? and i told my self that any lender that rescue my family from our poor situation, i will refer any person that is looking for loan to him, he gave me happiness to me and my family, i was in need of a loan of S$250,000.00 to start my life all over as i am a single mother with 3 kids I met this honest and GOD fearing man loan lender that help me with a loan of S$250,000.00 SG. Dollar, he is a GOD fearing man, if you are in need of loan and you will pay back the loan please contact him tell him that is Mrs Sharon, that refer you to him. contact Dr Purva Pius,via email:{urgentloan22@gmail.com} Thank you.