Horizontal List

PM Rui Araujo
Investir no futuro de Timor-Leste
FUTURO
Timor-Leste acolheu a mais recente reunião trilateral da plataforma para o Desenvolvimento Económico Sub-Regional Integrado entre Timor-Leste, Indonésia e Austrália

Ai-han Timor Nian
Ramos-Horta
"Tantangan Timor Leste Makin Berat"
ECONOMIA
"..fo-hanoin ba ukun nain sira nebe tinan tinan truka hela deit ministrus, atu hare ba povu nia moris nebe "kuaze 50%" povu sei moris iha linha pobreza nia laran..."
Australia-Timor Leste
Notre Dame students experience the world and help those in need in Timor-Leste
Empresários - Timor Telecom
Empresários timorenses e fundo das Fiji na corrida pela Timor Telecom
Timor-Leste - BAII
Timor-Leste inicia processo de adesão ao Banco Asiático de Investimento em Infraestruturas
Timor-Leste - Maluku
Maluku kaji kerja sama dengan Timor Leste

terça-feira, 27 de maio de 2014

80% Kebutuhan Pokok di Timor Leste Diimpor dari Indonesia

Bagus Kurniawan - detikfinance
Senin, 26/05/2014 11:39 WIB

Foto http://finance.detik.com
Yogyakarta - Pihak pemerintah Timor Leste mengakui 80% barang-barang kebutuhan pokok di dalam negeri mereka masih disuplai dari Indonesia. Produk yang diimpor mulai dari produk ringan hingga produk elektronika.

"Kita masih banyak tergantung dari Indonesia. Ada 80% barang-barang yang berasal dari Indonesia. Sisanya dari negara lain seperti China, Australia dan lain-lain," ungkap Direktur Nasional Penelitian dan Pengembangan (DNPP) Kementerian Perdagangan Industri dan Lingkungan, Republik Demokratik Timor Leste, Jacinto Paijo di acara penandatanganan naskah kerjasama dengan Lembaga Pelatihan Smile Group, Yogyakarta, Senin (26/5/2014).

Ia mencontohkan hampir semua barang kebutuhan rumah tangga seperti elektronika, sembako hingga barang kebutuhan sehari-hari seperti korek api masih didatangkan dari Indonesia. Saat ini, ada banyak warga negara Indonesia yang berbisnis di Timor Leste.

"Ada banyak barang-barang yang belum bisa tergantikan sampai saat ini di sana, sehingga harus didatangkan dari Indonesia. Ada banyak sektor home industri dan UKM yang bisa diberdayakan saat ini," katanya.

Menurutnya, pemerintah Timor Leste terus menggenjot sektor ekonomi seperti di bidang pertanian menggalakkan perkebunan kopi, home industri, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) termasuk kerajinan. Perdagangan kopi sebagian besar di ekspor ke luar negeri terutama ke Amerika Serikat (AS).

"Meski sudah banyak investor yang masuk ke Timor Leste, termasuk dari Indonesia. Kemampuan kita masih minim baik infrastruktur dan SDM, sehingga perlu banyak belajar agar bisa meningkat," kata Jacinto.

Ia mengatakan pihaknya telah menjalin hubungan kerjasama dengan lembaga Smile Group sejak 6 tahun lalu untuk memberikan pelatihan peningkatan sumber daya manusia di bidang IT, database, penelitian dan lain-lain. Ada beberapa pegawai di lingkungan Kementerian Perdagangan, Industri dan Lingkungan yang mengikuti pelatihan selama 1 bulan di Indonesia.

"Sebagai negara baru, ke depan kita berharap sektor perdagangan dan industri bisa tumbuh baik dan terus meningkat sehingga perekonomian Timor Leste lebih baik," kata alumnus Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.
(bgs/hen)

http://finance.detik.com/
read/2014/05/26/113924/2592259/4/80
-kebutuhan-pokok-di-timor-leste-diimpor-dari-indonesia

Sem comentários: